Jasa Iklan Facebook Ads Tertarget

Berapa Budget Marketing Ideal Sebuah Bisnis

Sebuah café di sudut kota Bekasi berdiri. Tampilannya apik, kekinian.

Beberapa pekan berjalan, pengunjung datang. Tapi hanya 1-2 per berapa jam… Kondisi berlangsung terus…

 

Akhirnya sekitar setahunan jalan kafe tersebut tutup.

 

Apa yang salah? Padahal kopinya enak, tempatnya nyaman, ada tempat parkir, wifi-nya “super”…

 

Sebuah restoran ayam bakar yang “sangat enak” juga tutup. Padahal enak sekali ayamnya, lokasi juga pas pinggir jalan.

 

Banyak tentu sebabnya…

 

Tapi salah satunya (yang akan kita bahas) : minim budget marketing!

 

Maksudnya?

 

Ya, kebanyakan pebisnis, ketika membangun bisnis di awal, modalnya hampir 100% digunakan untuk banyak hal yang tidak berhubungan dengan marketing, mulai dari beli mesin, sewa tempat, renovasi, pembelian peralatan, bahan baku, dll dll…

 

Tapi kebanyakan pebisnis “lupa” atau tepatnya tidak mengganggarkan secara khusus untuk masalah marketing.

 

Kebanyakan pebisnis beranggapan, buka toko di lokasi yang “ramai” sudah cukup. Punya produk bagus “sudah cukup”… dst… Mereka beranggapan bahwa konsumen “akan datang sendiri”… Mencoba produk mereka… Lalu balik lagi karena puas dengan kualitas produknya.

 

Faktanya tidak begitu…

Promosi itu perlu. Pembeli itu harus didatangkan secara aktif. Bukan pasif!

 

Banyak produk bagus yang akhirnya juga harus gulung tikar. Karena penjualan seret.

 

Seharusnya para pebisnis ketika menghitung modal awal, juga menganggarkan biaya marketing, agar setelah set up, bisnis juga bisa jalan.

 

Berapa idealnya? Banyak pendapat tentunya.

 

Cuma mungkin minimal 10% bisa dijadikan acuan. Idealnya 30% dari total modal yang akan digunakan.

 

Jadi misalnya modalnya 100jt. Sudah pasti minimal sekali 10jt tidak boleh dipakai buat beli ini itu. Khusus untuk marketing. Syukur-syukur sampai 20jt. Apalagi kalau sampai 30jt.

 

Sebagian berpikir “sayang” mendingan buat beli bahan baku dll.

 

Nah, mendingan mana… Bisnisnya kelihatan “wah”, tapi nanti nggak ada yang beli.. Lalu tutup…?

Atau memang disiplin, anggaran marketing diadakan.. Dan akhirnya bisnisnya berjalan?

 

Anggaran marketing tersebut nanti bisa disalurkan ke berbagai pos strategi marketing, mulai dari pembuatan dan penyebaran brosur, pembuatan banner, tes produk hingga digital marketing. Tergantung bisnisnya.

 

Yang terakhir disebut sebaiknya jangan sampai terlewat di era milenial kali ini. Apalagi jika bidikan kita memang sebagiannya milenial.

 

Baca juga : Ini dia cara raih leads / prospek sebanyak-banyaknya dengan Facebook Ads

 

Ketika budget marketing memang “dianggarkan”, kita seperti memberi ruang untuk “pipa omset” mengalir. Jangan lupa, omset itu seperti air bagi pohon. Tanpa omset, tidak ada gunanya bisnis.

 

Terlihat megahnya kafe kita, restoran kita, pabrik kita, atau kantor kita, tapi minim konsumen yang datang… itu adalah ilusi.

 

Dan sebagian pebisnis harus segera dibangunkan soal ini.

 

Semoga bermanfaat…

 

Masih banyak tips-tips bisnis lainnya… Mau dapat Tips Bisnis Secara Rutin Langsung ke HP Anda? Silahkan  Gabung Grup WA / JOIN Channel Telegram / Email List Kami :

 

(boleh pilih salah satu / ketiganya)

 

*Tolong BANTU SHARE ya…*

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

phone wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 081280330644