Jasa Iklan Facebook Ads Tertarget

Produk Mahal Nggak Selalu di Beli Orang Kaya dan Produk Murah Nggak Selalu di Beli Orang Miskin

Sebelum lebih jauh, penggunaan istilah kaya dan miskin pada judul di atas hanya sebagai istilah untuk membedakan seseorang berdasarkan tingkat pendapatan, bukan untuk diskriminasi.

 

Seorang direktur sekaligus owner pabrik besar di Kawasan Industri Cikande Serang biasa menggunakan Xiaomi sehari-hari. Padahal secara ekonomi, dia sangat bisa membeli HP sekelas iPhone atau Samsung terbaru.

 

Dan contoh di atas hanyalah salah satu. Lebih banyak lagi orang yang selevel contoh di atas lebih memilih Xiaomi daripada HP-HP branded yang sudah ternama.

 

Xiaomi bisa jadi HP alternatif yang sangat digemari. Karena dengan spesifikasi yang mendekati Samsung atau iPhone, harganya bisa hanya “setengahnya”.

 

Dalam industri rokok, konsumen sigaret kretek mesin (SKM) di Indonesia mencapai 63 persen pada 2018, atau merupakan yang paling besar dibandingkan konsumen pada jenis rokok lain.

 

Rokok dengan harga paling mahal ini juga dikonsumsi oleh golongan anak-anak dan juga masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu. Jadi ternyata, walaupun “miskin”, mereka justru mengkonsumsi rokok “termahal”.

 

Seperti dikatakan Budi Satri Isman, mantan Vice President Coca Cola Indonesia, saat ini segmentasi tak melulu soal demografi, usia, jenis kelamin, status marital, pendapatan, hingga tempat tinggal.

 

Segmentasi sudah bergeser ke arah behavioural atau interest.

 

DOWNLOAD DI SINI >> Ini dia metode iklan yang bisa membidik secara spesifik target market kita hingga interest dan behaviouralnya

 

Jadi orang membeli bukan lagi karena masalah punya uang atau tidak, tapi dia “ingin atau tidak”.

 

Ini kabar baik sekaligus tantangan bagi para pebisnis dan marketer. Kabar baiknya, karena segmen sebuah produk bisa lebih meluas.

 

Tantangannya, “menemukan behavioural dan interest” yang pas serta segmen yang sesuai dengan produk kita.

 

Namun tantangan ini sepertinya bisa diselesaikan dengan iklan digital. Karena iklan digital seperti Facebook Ads misalnya, tidak hanya bisa membidik spesifik target market hanya berdasarkan demografi, tetapi juga dari behavioural dan interest-nya.

 

Di era ketika persaingan semakin ketat, PR-segmentasi ini harus diselesaikan dengan baik oleh para pebisnis / marketer. Jika tidak, maka bersiap-siaplah membuang-buang budget, untuk hal-hal yang tidak diperlukan.

 

Semoga Bermanfaat,

 

Masih banyak tips-tips bisnis lainnya… *Mau dapat Tips Bisnis Secara Rutin* Langsung ke HP Anda? Silahkan  *Gabung Grup WA* / JOIN Channel Telegram / Email List Kami :

 

(boleh pilih salah satu / ketiganya)

 

*Tolong BANTU SHARE ya…*

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

phone wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 081280330644